Potensi Daerah Toba Samosir



Potensi Pertanian

 

Sebagian besar penduduk Kabupaten Toba Samosir menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Hal ini dapat dilihat dari luas lahan pertanian, khususnya lahan persawahanPertanian menjadi sektor andalan bagi Kabupaten Toba Samosir dalam menggerakan perekonomian daerah. Tahun 2013 sektor ini memberi kontribusi yang cukup besar dalam pembentukan PDRB Kabupaten Toba Samosir, yaitu sekitar 22,53 persen terhadap total PDRB (Toba Samosir Dalam Angka, 2014).


Kabupaten Toba Samosir merupakan salah satu sentra penghasil padi dan jagung di Sumatera Utara. Jika dibandingkan dengan kabupaten lain, produksi padi di Toba Samosir mencapai 3,81 persen dari seluruh produksi padi di Sumatera Utara dan masuk pada peringkat ke delapan (Statistik Daerah BPS Toba Samosir, 2014).


Selain padi dan jagung, hasil pertanian Kabupaten Toba Samosir adalah cabebawang merahbawang putihbawang daunubi kayuandalimankacang tanah, sayur mayur dan sebagainya. Selain itu, untuk tanaman buah-buahan yang cukup potensial di Kabupaten Toba Samosir adalah buah manggaavokaddurianpisangjeruk dan nenas.

Potensi Peternakan, Perikanan & Perkebunan

  • Peternakan

Usaha peternakan umumnya juga dikelola dan diusahakan oleh masyarakat sebagai usaha rumah tangga. Ternak dapat dikelompokkan menjadi ternak besar, ternak kecil dan unggas. Ternak besar terdiri dari sapi, kerbau dan kuda. Ternak kecil meliputi kambing, domba dan babi. Sedangkan ternak unggas meliputi ayam dan itik.


  • Perikanan

Usaha perikanan pada umumnya juga dikelola sebagai usaha rumah tangga, baik sebagai kegiatan budidaya maupun kegiatan penangkapan ikan. Budidaya perikanan dilakukan di kolam, sawah, jaring apung, kolam air deras dan pembenihan, sedangkan usaha penangkapan dilakukan di danau, sungai dan rawa. Produksi ikan Kabupaten Toba Samosir menurut BPS Toba Samosir pada tahun 2013 sebesar 11.174,6 ton yang terdiri dari 1.052,9 ton hasil penangkapan dan 10.121,7 ton hasil budidaya. Hasil dari komoditi perikanan adalah ikan masikan nilaikan mujairikan leleikan gabus, dan ikan pora-pora.


  • Perkebunan

Tanaman perkebunan umumnya merupakan usaha yang dikelola secara swadaya oleh rakyat. Tanaman perkebunan yang dikelola oleh perusahaan perkebunan masih relatif kecil. Kopi merupakan komoditi andalan tanaman perkebunan rakyat yang mempunyai prospek yang baik. Dilihat dari luas tanam, tanaman kopi merupakan tanaman perkebunan rakyat dengan luas tanam terluas dibanding dengan tanaman perkebunan lainnya. Luas tanaman kopi tahun 2013 sebesar 3.487,85 Ha (BPS Toba Samosir 2014). Tidak seperti tanaman perkebunan rakyat lainnya, tanaman kopi tersebar di seluruh kecamatan. Selain kopi, komoditi perkebunan lainnya adalah karetkemenyancengkeh, dan aren.

Potensi Kehutan dan Industri

  • Kehutanan

Produksi hasil hutan yang terbesar tercatat adalah Eucalyptus dan Pulp masing-masing sebanyak 37.228,42 ton dan 178.676,11 m3 (BPS Toba Samosir, 2014). Hasil hutan lainnya adalah kayu bakar, rotan, dan getah tusam.

  • Industri

Jumlah usaha industri kecil di Kabupaten Toba Samosir tahun 2013 sebanyak 677 usaha dengan jumlah tenaga kerja yang terserap sebanyak 1.275 orang. Dari jumlah usaha tersebut, industri sandang dan kulit merupakan industri kecil dengan jumlah usaha terbanyak, yaitu : 478 usaha (70,61 persen) dengan tenaga kerja sebanyak 708 orang. Berdasarkan kecamatan, industri sandang dan kulit terbanyak berada di Kecamatan Uluan dengan 240 usaha dengan 240 tenaga kerja dan Tampahan dengan 75 usaha dengan 75 tenaga kerja. Industri kerajinan Pangan menempati urutan kedua terbanyak setelah industri sandang dan kulit dengan 111 usaha dan 233 tenaga kerja. Industri ini paling banyak terdapat di Kecamatan Balige dengan 38 usaha yang menyerap 79 orang tenaga kerja serta Kecamatan Borbor dengan 21 usaha dan 23 tenaga kerja (BPS Toba Samosir, 2014).

PLTA Asahan I yang dioperasikan oleh PT. Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), dan perusahaan pulp PT. Toba Pulp Lestari (TPL) terdapat di kabupaten ini.

Potensi Pariwisata

Potensi parawisata umumnya mengetengahkan keindahan panorama alam Danau Toba dengan beberapa pantainya. Seperti Pantai Ajibata, Pantai Pasifik, Pantai Lumbin, Pantai Ancol, Pantai Lumban Silintong, Pantai Pangkodean, dan lainnya.

Kemudian, objek wisata lainnya seperti Makam Sisingamangaraja yang merupakan Pahlawan Nasional, Museum Batak TB. Silalahi Center, Huta Parmalim, Dolok Tolong, Tarabunga, Sirkuit Alam Sibodiala, Air Terjun 7 Tingkat, Mual Sirambe Nauli, Wisata Rohani Makam Nommensen, Salib Holong, serta sejumlah lokasi wisata lainnya.

Objek wisata tersebut sangat potensial bagi pengembangan Parawisata di Kabupaten Toba Samosir. Kemudian, budaya Batak mulai dari adat istiadat, tarian tor-tor dan martumba, gondang, ulos, seni ukir, bahkan rumah adat Batak. “Hal ini akan selalu kita tonjolkan untuk menarik minat wisatawan. Tinggal pelestariannya saja,” kata Ultri.

Dalam rangka pelestarian budaya tersebut, Disparbud Kab. Toba Samosir telah merangkul sejumlah sanggar budaya yang ada di Toba Samosir. Tentunya perlu dukungan dan keselarasan seluruh SKPD di Kabupaten ini, dan tidak terlepas juga dukungan dari masyarakat dan stakeholder.

Intinya, kalau semua sejalan, pemerintah dan juga masyarakat, maka rencana mewujudkan Kabupaten Toba Samosir sebagai destinasi wisata akan mudah tercapai. Dan dengan sendirinya, akan menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat Toba Samosir khususnya di sektor parawisata.

Terlebih dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan Festival Danau Toba (FDT), kita harapkan hal ini menjadi momen bangkitnya pariwisata di Toba Samosir.